Teori Kemasan

Cenadi (2000:94) menyatakan bahwa kemasan telah dikenal sejak zaman purba. Pada saat itu manusia purba menggunakan kulit binatang dan keranjang rumput yang dirancang untuk mewadahi hasil berburu dan bercocok tanam. Kemudian 8.000 tahun yang lalu bangsa Cina membuat aneka ragam keramik untuk mewadahi benda padat ataupun cair. Orang Indonesia kuno membuat wadah dari bambu untuk menyimpan benda cair. Menjelang abad pertengahan, bahan-bahan kemasan terbuat dari kulit, kain, kayu, batu, keramik dan kaca. Tetapi pada jaman itu, kemasan masih terkesan seadanya dan lebih berfungsi untuk melindungi barang terhadap pengaruh cuaca atau proses alam lainnya yang dapat merusak barang. Selama berabad-abad, fungsi sebuah kemasan hanyalah sebatas untuk melindungi barang atau mempermudah barang untuk dibawa. Tahun 1950-an saat banyak muncul swalayan, kemasan mulai berperan lebih besar meski hanya sebagai alat informasi. Baru pada tahun 1980 produsen berlomba untuk menciptakan kemasan dalam merebut perhatian calon konsumen. Di sinilah kemasan mengambil alih tugas penjualan dalam menarik perhatian, menggambarkan keistimewaan produk, dan daya tarik untuk membeli. Jenis kemasan tertentu juga memiliki nilai tambah pada saat setelah produk inti digunakan konsumen masih bisa memanfaatkan kemasan dalam keperluan lain. Kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan suatu produk. Kemasan meliputi tiga hal, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label. Ada tiga alasan utama untuk melakukan pembungkusan, yaitu: 1. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca. 2. Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing. Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya. 3. Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin agar konsumen tertarik untuk mengkonsumsi produk tersebut.

Tidak ada komentar: